Twitter Sisihkan UberMedia Untuk Deal Akuisisi TweetDeck
Written by Hari WijayantoBerita akuisisi yang dilansir TechCrunch tersebut, menjawab spekulasi akuisisi TweetDeck yang sebelumnya dikabarkan akan diakuisisi oleh UberMedia. Jika dirunut ke belakang, sekitar bulan Februari lalu UberMedia yang dipimpin Bill Gross dikabarkan tinggal selangkah lagi melakukan deal dengan nilai antara USD 25 juta – USD 30 juta untuk mengakuisisi TweetDeck dan memiliki control sebesar 20 persen atas TweetDeck. Tetapi hal itu tidak terjadi.
Membahas deal factor suatu akuisisi dapat dilihat dari aspek ekosistem bisnis dan aspek pelaku, baik pembeli (Twitter) dan penjual (Tweetdeck) pembeli.Twitter adalah karena Twitter membutuhkan.
Diketahui, UberMedia memiliki pangsa pasar yang besar terkait Twitter. Perusahaan telah mengakuisisi UberTwitter, Echofon dan sejumlah startup terkait Twitter. Jika menambahkan Tweetdeck ke dalam portfolio perusahaan, maka UberMedia memiliki pengaruh dan control yang kuat secara tidak langsung terhadap Twitter. Ekosistem bisnis akan didominasi oleh UberMedia.
Dari sisi pembeli, Twitter melakukan akuisisi TweetDeck bisa dikatakan sebagai langkah defensive dalam menghadapai agresifitas ekspansi UberMedia. Selain itu, tampilan TweetDeck yang terdiri dari lebih dari satu kolom dan fitur-fitur lainnya akan menambah layanan Twitter terkait pengembangan layanan teknologi kepada pengguna. Data dari Sysomos, aplikasi TweetDeck memberikan kontribusi sebesar 42 persen atas traffic Twitter. Jack Dorsey, CEO dan founder Twitter tentu sudah menghitung potensi dan proyeksi bisnis sebelum melakukan deal akuisisi. Secara singkat, Twitter memang membutuhkan TweetDeck, apalagi jika dikaitkan dengan rencana IPO Twitter.
TweetDeck memiliki alasan sederhana terkait akuisisi. Perusahaan berhasil mengembangkan layanan yang dibutuhkan oleh Twitter. Pada akhirnya, TweetDeck memiliki kebebasan untuk memilih tawaran yang paling tinggi dari perusahaan yang berminat untuk mengakuisisi. Pilihan USD 50 juta adalah pilihan tepat dalam konteks bisnis. Karena selain mendapat uang tunai, TweetDeck juga mendapat saham Twitter.
Setelah membahas deal factor dari tiga sisi. Berikutnya adalah tiga nilai apa saja yang terkandung dari akuisisi Twitter terhadap TweetDeck ini.
Akses terhadap "pengguna spesial". Walaupun TweetDeck tidak mempublikasikan jumlah pengguna, tetapi diperkirakan 5 persen pengguna Twitter menggunakan layanan TweetDeck. Dari pengguna layanan TweetDeck tersebut, diperkirakan banyak sebagian besar adalah "pengguna spesial", yaitu para jurnalis, selebritis dan tokoh berpengaruh. Dengan demikian Twitter melihat potensi bisnis jika mengembangkan layanan berbayar (paid service) dari Pengguna Spesial tersebut.
Akses terhadap layanan situs lain. Diketahui, pengguna dapat mengakses beberapa layanan situs melalui TweetDeck dan mempublikasikan secara sekaligus. Twitter melihat bahwa ini adalah suatu kesempatan emas dimana ‘kicauan’ para pengguna dapat dipublikasikan secara bersamaan ke situs lain seperti Facebook, LinkedIn, Google Buzz, Foursquare dan tentunya Twitter itu sendiri.
Pengembangan fitur. Seperti yang dibahas sebelumnya, pengembangan fitur menjadi alasan dari sisi teknologi dalam deal akuisisi ini. Kolom tunggal Twitter akan diintegrasikan dengan multi-kolom yang dimiliki TweetDeck. Pengembangan fitur lainnya adalah terkait pembatasan 140 karakter dalam satu kali tweet. Dengan mengakuisisi TweetDeck maka batasan tersebut akan hilang. Pengguna dapat berkicau dengan lebih dari 140 karakter. Ini merupakan terobosan penting bagi Twitter.
Ian Dodsworth, CEO TweetDeck, tentunya akan menikmati hasil deal akuisisi ini. Kenikmatan sebagai founder startup belum berhenti, karena terkait rencana IPO Twitter maka pria Inggris ini akan kembali menikmati keuntungan berikutnya karena telah memiliki saham Twitter dari deal akuisisi. Congrats Ian for good deal with Twitter!
Note: Thanks if you tweet this article, especially via tweetdeck
Referensi
Techcrunch: Twitter To Buy TweetDeck For $40 Million – $50 Million
WSJ: Twitter Tries to Widen Appeal to More Users