Tuesday, 26 April 2011 14:21

Modal Kas USD 65.8 Miliar Apple Siap Akuisisi

Written by  Hari Wijayanto
Dalam laporan pendapatan terbaru yang dirilis resmi pada hari Rabu (20/4), Apple mencatat kas dan setara kas sebesar USD 65.8 miliar. Jumlah tersebut melewati apa yang diraih Google. Laporan pendapatan terbaru Google adalah sebesar USD 36.7 miliar. Kurang dari setengah yang dimiliki oleh Apple.



Mesin uang Apple tidak lain adalah produk andalan iPhone dan iPad yang belum menunjukan tanda-tanda perlambatan. Pendapatan Apple pada kuartal terakhir naik 83 persen menjadi USD 24.67 miliar

Para analis memberi komentar tentang kondisi keuangan Apple bahwa perusahaan tidak bisa menahan lebih lama lagi dan sudah saatnya Apple menggunakan kas tersebut untuk melakukan ekspansi usaha.

Yair Reiner, analis Oppenheimer & Company mengatakan bahwa saat ini saham Apple diperdagangkan pada diskon di S&P 500 Stock Index.
Menurut perhitungan Reiner, P/E saham Apple saat ini adalah 13x dari estimasi laba tahun 2012. Jika dikurangi kas, maka P/E saham Apple hanya berkisar 9x.

Dari kondisi keuangan perusahaan tersebut, jika Apple kemudian memutuskan untuk harus menggunakan dana kas yang dimiliki, terdapat 3 skenario yang mungkin dilakukan, yaitu: melakukan buyback saham, kebijakan dividen, atau melakukan akuisisi

Bulan Oktober 2010 lalu, CEO Apple, Steve Jobs mengatakan bahwa perusahaan akan mengejar satu atau lebih kesempatan yang strategis. Interprestasi pernyataan Jobs tersebut oleh para analis adalah kesepakatan atau deal akuisisi yang akan terjadi kepada perusahaan kecil merupakan pergeseran penting dalam strategi akuisisi Apple.

Tahun lalu, Apple hanya melakukan sedikit akuisisi, perusahaan membeli Siri, sebuah perusahaan aplikasi iPhone; Intrinsity, produsen small-chip kecil; Imsense, optimasi solusi video imaging; Poly9, developer platform untuk web-mapping; Polar Rose, web penyedia konten photo dan Quattro, perusahaan iklan mobile. Nilai akuisisi terbesar adalah deal dengan Quattro, dengan nilai USD 275juta.

Bila ditelusuri milestone perusahaan, tidak ada sejarah Apple membeli perusahaan yang memiliki rangkaian lengkap dari produk, hal tersebut mencerminkan keengganan Apple untuk mengambil risiko mengintegrasikan perusahaan baru dan budaya baru.

Jika Apple tidak membuat akuisisi besar dalam waktu dekat, kemungkinan yang akan terjadi bisa melibatkan perusahaan penyedia konten. Sebagai nilai produk hardware, Apple menjadi semakin terikat pada konten dan aplikasi yang tersedia pada perangkat tersebut, dengan demikian Apple lebih tertarik pada penyedia konten.

Satu target yang mungkin adalah Netflix, sebuah layanan sewa film yang memiliki aliran konten ke perangkat pribadi pengguna elektronik. Karena Apple perlu menyediakan layanan yang konsisten, maka perlu layanan berbasis Internet lebih banyak, apakah itu video, musik atau aplikasi. Netflix akan menjadi bisnis yang fantastis bagi Apple dan menjadi alasan untuk akuisisi. Menurut analis, tawaran untuk Netflix mungkin sekitar USD 20 miliar, angka tersebut masih kecil dari cadangan kas Apple. Kapitalisasi pasar Netflix saat ini adalah sekitar USD 13.2 miliar.

Brian Marshall, seorang analis dari Gleacher & Company, mengatakan seperti yang dilansir
New York Times, bahwa akuisisi Netflix itu mungkin terjadi. Tapi mungkin tidak menarik bagi Apple, karena Netflix tidak memiliki hak streaming bagi sebagian besar konten yang dimilikinya. Selanjutnya Marshall berpendapat bahwa Akamai Technologies lebih layak diakuisisi Apple. Jasa pengiriman konten Akamai membantu bisnis seperti streaming konten dan aplikasi melalui jaringan luas yang dimiliki Apple. Kapitalisasi pasar Akamai adalah sekitar USD 7,6 miliar.

Jika memang Apple harus menggunakan kas yang dimiliki saat ini dalam bentuk akuisisi. Dimana target akuisisi yang layak adalah perusahaan penyedia konten. Hal ini menjadi perhatian utama bagi para startup penyedia konten. Histori akuisisi Apple yang tidak pernah melakukan akuisisi perusahaan besar juga menjadi point penting. Saya melihat bahwa dua point tersebut dapat dipenuhi oleh startup di Indonesia, yang menjadi masalah adalah dari sisi kelayakan bisnis. Apakah startup di Indonesia sudah layak secara bisnis di mata perusahaan digital raksasa dunia? Jika ya, maka perusahaan raksasa seperti Apple akan masuk ke Indonesia dalam suatu deal akuisisi.

Last modified on Thursday, 28 April 2011 17:33